Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Arab Saudi memutuskan untuk menutup jalur pipa minyak East-West secara sementara. Langkah darurat ini diambil sebagai tindakan pencegahan usai fasilitas vital tersebut menjadi target serangan udara di tengah eskalasi konflik regional yang terus meluas.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis awak media, penutupan jalur pipa sepanjang 1.200 kilometer ini memberikan pukulan telak bagi pasokan energi dunia. Selama enam bulan terakhir, pipa yang membentang di Semenanjung Arab tersebut menjadi andalan utama pengiriman minyak mentah global setelah jalur Selat Hormuz sebagian besar lumpuh akibat perang.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyatakan bahwa serangan drone yang memicu kerusakan dan korban luka tersebut diidentifikasi berasal dari wilayah Irak, tempat milisi pro-Iran beroperasi. Sebagai respons atas insiden tersebut, pemerintah Irak langsung mengambil tindakan tegas dengan memecat seorang komandan militer di wilayah perbatasan.
Sementara itu, lonjakan harga energi di pasar global tidak dapat dihindarkan menyusul terganggunya rantai pasok minyak dunia. Pengamat ekonomi memperkirakan situasi ini akan terus mendongkrak harga bahan bakar di berbagai negara jika ketegangan militer di jalur maritim strategis gagal mereda dalam waktu dekat.