Iran dan Uni Emirat Arab (UAE) secara mengejutkan memberikan dukungan terhadap pernyataan bersama kelompok negara-negara BRICS yang mendesak adanya penahanan diri di tengah kecamuk perang Timur Tengah. Langkah diplomasi ini diambil dalam sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di New Delhi, menandai pertemuan tingkat tinggi pertama antara kedua negara sejak konflik memanas.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan yang dihimpun, Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Putra Mahkota Abu Dhabi mengadakan pertemuan tertutup guna membahas deeskalasi serta stabilitas kawasan regional. Analisis awak media menilai bahwa keberhasilan menyatukan Iran dan UAE dalam satu meja perundingan merupakan ujian besar bagi efektivitas diplomasi blok ekonomi berkembang tersebut.
Dalam deklarasi bersama yang dirilis, BRICS menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi ketegangan yang terus berlanjut serta mendesak perlindungan bagi warga sipil. "Kami menyerukan latihan penahanan diri secara maksimal serta menghindari tindakan yang dapat memperparah situasi," demikian bunyi petikan pernyataan resmi tersebut.
Di sisi lain, Perdana Menteri India Narendra Modi menyatakan bahwa blok BRICS kini telah matang dan siap menerjemahkan persatuan menjadi hasil nyata di panggung global. Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa meskipun pernyataan ini mungkin belum berdampak langsung pada medan perang, langkah tersebut membuktikan kapasitas negara-negara berkembang dalam menjaga saluran dialog tetap terbuka.