Loading
Kabayan News Medan Kabayan News Medan
/home / teknologi / Kecerdasan buatan ancam nyawa...
TEKNOLOGI

Kecerdasan buatan ancam nyawa manusia, prediksi AI ungkap fakta ngeri

By Yuda Afandi Butar Butar • 2 min read • 13 September 2026
Ilustrasi ancaman kecerdasan buatan terhadap masa depan umat manusia

Ilustrasi ancaman kecerdasan buatan terhadap masa depan umat manusia

Isu mengenai potensi bahaya kecerdasan buatan atau artificial intelligence terhadap eksistensi umat manusia kembali memicu perdebatan sengit di kancah global. Kekhawatiran ini mencuat setelah seorang peneliti senior secara terbuka memutuskan untuk mundur dari perusahaan teknologi raksasa akibat kekhawatiran mendalam terhadap laju pengembangan sistem yang tidak terkendali.

Berdasarkan laporan yang dihimpun, langkah drastis tersebut diambil oleh Jacob Coxon, mantan peneliti Anthropic yang sebelumnya juga pernah berkarier di OpenAI. Melalui peringatan kerasnya, ia menyebutkan bahwa para pengembang teknologi saat ini secara nyata sedang mempertaruhkan keselamatan seluruh umat manusia demi ambisi inovasi.

Pernyataan tersebut dikuatkan oleh sesama insinyur keselamatan AI, Evan Hubinger, yang menilai probabilitas risiko kepunahan manusia dalam satu dekade ke depan berada di angka lebih dari 10 persen. Pandangan senada turut disuarakan oleh ilmuwan komputer peraih Hadiah Nobel sekaligus tokoh terkemuka yang dijuluki sebagai Godfather of AI, Geoffrey Hinton.

Analisis tim redaksi menilai bahwa gelombang pengunduran diri dan peringatan dari para pakar internal industri menunjukkan adanya celah keamanan yang serius di balik kilau kemajuan teknologi modern. Para pemimpin teknologi besar seperti Sam Altman dan Elon Musk bahkan sempat menyerukan perlambatan riset demi memprioritaskan protokol mitigasi risiko.

Sebagai upaya mengukur tingkat validitas ancaman tersebut, media The Independent melakukan simulasi bersama sistem super-prediksi bernama Noah Predict. Berdasarkan pengolahan jutaan titik data dan berbagai lini penyelidikan, sistem cerdas ini memproyeksikan angka probabilitas kepunahan manusia sebesar 0,85 persen.

Meskipun persentase tersebut terlihat kecil atau berada di bawah estimasi sepuluh persen versi para ahli, pengamat menegaskan bahwa angka satu banding seratus belasan tetap menyimpan ancaman nyata. Mengingat dampak yang ditimbulkan bersifat mutlak dan tidak dapat dipulihkan, kewaspadaan global terhadap kendali otonom mesin mutlak untuk diperketat.

Topics
teknologi kecerdasan buatan ai internasional sains masa depan
Jurnalis Hukum & Kriminal

Yuda adalah jurnalis yang fokus meliput isu-isu hukum dan kriminalitas. Lulusan Universitas Indonesia (UI), ia memiliki pemahaman mendalam tentang sistem peradilan dan penegakan hukum di Indonesia. Tulisannya menjadi rujukan bagi pembaca yang ingin memahami kompleksitas hukum dan kasus-kasus kriminal.