Proyek pembangunan infrastruktur transportasi raksasa North-South Corridor (NSC) di Singapura kini dilaporkan telah memasuki fase pengerjaan yang paling menuntut secara teknis. Land Transport Authority (LTA) mengungkapkan bahwa tantangan utama dalam proyek ini berasal dari kombinasi kondisi tanah yang sangat bervariasi serta keharusan untuk membangun struktur di sekitar jalur kereta massal atau MRT yang masih beroperasi normal setiap harinya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan dari otoritas transportasi setempat, jalur koridor yang membentang sepanjang lebih dari 20 kilometer ini dirancang untuk menghubungkan wilayah utara langsung menuju pusat kota. Proyek ambisius yang telah dikerjakan sejak tahun 2018 tersebut mencakup pembangunan struktur ganda, yakni jalan viaduk layang sepanjang 8,8 kilometer serta bagian terowongan bawah tanah sepanjang 12,3 kilometer yang dikerjakan secara bertahap.
Pengamatan dari awak media menunjukkan bahwa salah satu titik paling krusial dari proyek ini berada di kawasan Novena. Di lokasi tersebut, terowongan koridor harus melintasi bagian atas dan bawah jalur aktif North-South Line dengan jarak bebas yang sangat sempit, yakni hanya berjarak sekitar satu meter saja dari infrastruktur rel yang sudah ada sebelumnya.
Kendala teknis di lapangan semakin bertambah tatkala para insinyur menemukan formasi batuan keras, bongkahan batu besar, hingga rembesan air tanah di area galian Thomson dan Kampong Java. Kondisi geologis yang tidak terduga ini memaksa pihak pengembang untuk mengubah metode konstruksi secara hati-hati, termasuk menerapkan teknik peledakan batuan yang terkontrol serta metode penambangan yang jauh lebih lambat demi menjaga keselamatan bangunan di sekitarnya.
Meskipun menghadapi berbagai rintangan logistik dan teknis yang berat, pihak LTA menegaskan bahwa sebagian besar pekerjaan fondasi yang rumit kini telah berhasil diselesaikan dengan baik. Seiring dengan bergesernya fokus pekerjaan ke struktur di atas permukaan tanah dan bawah tanah, tingkat kebisingan di permukiman warga diprediksi akan berangsur-angsur menurun demi kenyamanan publik.
Pihak pengelola proyek juga terus berkoordinasi secara intensif dengan para pelaku usaha serta warga sekitar yang terdampak langsung oleh adanya pagar pembatas proyek dan pengalihan arus lalu lintas. Berdasarkan analisis tim redaksi, pendekatan komunikasi yang proaktif ini sangat esensial untuk menjaga kelancaran bisnis lokal sekaligus memastikan target penyelesaian proyek infrastruktur strategis nasional tersebut tetap berjalan sesuai rencana.