Loading
Kabayan News Medan Kabayan News Medan
/home / teknologi / Inflasi Sumut Meroket Capai 4,20...
TEKNOLOGI

Inflasi Sumut Meroket Capai 4,20 Persen, Cabai dan Emas Jadi Pemicunya

By Yuda Afandi Butar Butar • 2 min read • 3 Agustus 2026
Ilustrasi kenaikan harga komoditas pangan dan emas di pasar tradisional Sumatera Utara

Ilustrasi kenaikan harga komoditas pangan dan emas di pasar tradisional Sumatera Utara

Gelombang kenaikan harga kebutuhan pokok dan komoditas penunjang kembali dirasakan masyarakat Sumatera Utara. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, laju inflasi tahunan di wilayah ini pada periode Juli 2026 tercatat menyentuh angka 4,20 persen.

Berdasarkan pengamatan tim redaksi, eskalasi angka inflasi tersebut mencerminkan adanya tekanan ekonomi yang cukup signifikan dari sisi pasokan maupun daya beli masyarakat. Tren kenaikan ini terpantau konsisten meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya yang berada di kisaran dua persen.

Statistisi Ahli Utama BPS Sumatera Utara, Misfaruddin memaparkan bahwa lonjakan tersebut teridentifikasi dari pergerakan Indeks Harga Konsumen. Indeks naik dari posisi 108,90 pada tahun lalu menjadi 113,47 pada tahun ini, dengan inflasi bulanan tercatat sebesar 0,19 persen.

Menurut Misfaruddin dalam keterangannya, seluruh kelompok pengeluaran mengalami kenaikan harga yang cukup merata. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mendominasi andil terbesar dengan tingkat inflasi mencapai 5,95 persen di tengah masyarakat.

Dari analisis awak media, sektor perawatan pribadi dan jasa lainnya juga memberikan kontribusi besar dengan lonjakan hingga 8,66 persen. Angka ini didorong kuat oleh pergerakan harga komoditas berharga tinggi yang menjadi buruan masyarakat sebagai instrumen lindung nilai.

Secara lebih rinci, komoditas emas perhiasan keluar sebagai penyumbang inflasi tahunan tertinggi dengan andil sebesar 0,46 persen. Posisi tersebut disusul oleh komoditas hortikultura seperti cabai merah dan cabai rawit yang turut menguras kantong konsumen.

Selain komoditas pangan dan logam mulia, kenaikan tarif energi dan biaya pendidikan turut memperberat beban pengeluaran rumah tangga. Bensin serta biaya administrasi perguruan tinggi tercatat konsisten menyumbang andil inflasi dalam periode yang sama.

Kendati demikian, laju tekanan harga secara keseluruhan sempat tertahan oleh beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga. Bawang merah tercatat sebagai pendorong deflasi terbesar secara tahunan yang mampu meredam gejolak harga lebih lanjut di pasar.

Menariknya, seluruh wilayah kabupaten dan kota penghitungan IHK di provinsi ini kompak mengalami inflasi. Kota Gunungsitoli tercatat mengalami lonjakan tahunan tertinggi mencapai 6,36 persen, sementara Kabupaten Karo mencatatkan angka terendah di kisaran 3,83 persen.

Melihat tren yang terus merangkak naik sejak tahun 2024 silam, pengamat menilai perlunya intervensi kebijakan yang lebih agresif. Stabilitas pasokan pangan dan pengendalian rantai distribusi harus menjadi fokus utama pemerintah daerah guna meredam tekanan inflasi ke depan.

Topics
inflasi sumut bps sumatera utara harga cabai emas perhiasan ekonomi medan kenaikan harga
Jurnalis Hukum & Kriminal

Yuda adalah jurnalis yang fokus meliput isu-isu hukum dan kriminalitas. Lulusan Universitas Indonesia (UI), ia memiliki pemahaman mendalam tentang sistem peradilan dan penegakan hukum di Indonesia. Tulisannya menjadi rujukan bagi pembaca yang ingin memahami kompleksitas hukum dan kasus-kasus kriminal.