Tragedi kelautan kembali menimpa perairan Nusantara setelah sebuah kapal feri yang membawa ratusan penumpang dilaporkan terbalik akibat cuaca ekstrem. Berdasarkan laporan resmi dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), insiden maut ini merenggut setidaknya enam nyawa, sementara ratusan orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Kapal yang diidentifikasi sebagai Virgo Transport 8 tersebut bertolak dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dengan mengangkut ratusan orang di dalamnya. Sebelum terputus kontak, nakhoda kapal sempat melaporkan kondisi lambung kapal yang mulai miring akibat terjangan gelombang tinggi di tengah laut.
Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi, dalam keterangannya mengungkapkan bahwa berdasarkan pemantauan udara, posisi kapal terpantau sudah dalam keadaan terbalik namun belum sepenuhnya tenggelam ke dasar laut. "Dari informasi yang kami terima, berdasarkan pengawasan helikopter, kapal terbalik tetapi belum tenggelam," ujarnya saat menggelar konferensi pers di Banjarmasin.
Tim SAR gabungan langsung dikerahkan untuk menyisir lokasi kejadian di tengah tantangan ombak setinggi hingga 2,5 meter yang membahayakan keselamatan petugas. Kepala Basarnas setempat, I Putu Sudayana, menyatakan bahwa kondisi cuaca di lapangan sangat berisiko tinggi bagi kapal penyelamat, namun operasi evakuasi terus dioptimalkan menggunakan helikopter dan kapal patroli.
Sementara itu, suasana haru menyelimuti Pelabuhan Trisakti Bandarmasih, Banjarmasin, di mana puluhan keluarga korban tampak cemas menantikan kepastian nasib sanak saudara mereka. Dari analisis awak media, insiden berulang ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan standar keselamatan pelayaran di negara kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi air.