Merawat anggota keluarga yang sudah lanjut usia sering kali menuntut ketelitian ekstra dalam mengelola berbagai macam jenis pengobatan, mulai dari obat oral, vitamin, hingga suplemen herbal. Berdasarkan data statistik kesehatan, sebagian besar lansia dengan kondisi kronis harus mengonsumsi lima jenis obat atau lebih setiap harinya guna mengatasi berbagai penyakit secara bersamaan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Mengutip laporan para ahli farmasi, kondisi penggunaan banyak obat dalam satu waktu ini dikenal sebagai istilah polifarmasi yang memerlukan perhatian khusus dari para pengasuh. Seiring bertambahnya usia seseorang, organ tubuh seperti ginjal dan hati mengalami penurunan fungsi sehingga metabolisme terhadap obat menjadi lebih lambat dan rentan menimbulkan efek samping.
Menurut pengamatan tim redaksi, banyak keluarga sering kali mengira gejala seperti sering mengantuk, kebingungan, atau penurunan daya ingat sebagai tanda umum faktor usia tua. Padahal, berbagai gejala tersebut bisa jadi merupakan indikasi adanya interaksi negatif atau efek samping dari penggabungan beberapa jenis obat resep yang tidak cocok.
Oleh karena itu, pemeriksaan ulang daftar pengobatan secara berkala dengan dokter atau apoteker sangat dianjurkan minimal setahun sekali atau setelah lansia keluar dari rumah sakit. Pengasuh juga diingatkan untuk tidak pernah menghentikan pemberian obat secara sepihak tanpa konsultasi medis karena beberapa jenis obat memerlukan proses pengurangan dosis secara bertahap.